Monday, January 23, 2017

IMPIAN AKUNTANSI DI MASA DEPAN

Impian saya mengenai Akuntansi di masa depan yaitu di zaman yang semakin canggih ini peran IT memang sangat berpengaruh sekali dalam sistem Akuntansi apalagi dalam proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Mimpi saya semua pencatatan sistem Akuntansi menggunakan pencatatan dengan berbasis IT, tetapi disamping itu melakukan pencatatan secara manual juga agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Saya juga punya mimpi ingin menjadi seorang Akuntan yang profesional, banyak sekali para pejabat di Indonesia menggunakan ilmu Akuntansinya untuk hal yang negatif misalnya dengan melakukan tindakan korupsi. Saya berlatar belakang dalam pendidikan di bidang Akuntan, sejak SMK hingga sekarang Perguruan Tinggi mengambil jurusan Akuntansi. Kenapa? Karena saya ingin mendapat gelar sebagai seorang Akuntan terutama Akuntan Publik.

Saya ingin menjadi Akuntan Publik karna saya ingin memberantas para koruptor agar di Indonesia ini para pejabatnya tidak ada lagi yang melakukan hal yang buruk itu. Para pejabat itu memiliki gelar pendidikan yang sangat tinggi, tetapi karna melakukan tindakan korupsi itu sehingga semasa dia sekolah tidak ada harganya karna ilmunya tidak dimanfaatkan dengan baik.

Saya ingin memiliki gelar yang tinggi dan membanggakan Kedua Orangtua saya, dan tentunya memanfaatkan ilmu saya itu dengan baik dan bermanfaat bagi orang sekitar. Saya harap di era yang serba canggih ini, peran seorang IT dengan Akuntan dapat memiliki satu tujuan tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lainnya.

KOLABORASI AKUNTANSI DENGAN ILMU TEKNOLOGI MASA LALU, MASA KINI, DAN MASA DEPAN

Hasil gambar untuk blog kolaborasi akuntansi dengan ilmu teknologi


Selamat datang di blog Ayu 😀
Kali ini Ayu mau berbagi cerita tentang "Kolaborasi antara Akuntansi dengan Ilmu Teknologi" sebenarnya ini menyangkut sama tugas juga sih 😄 Oke kita lanjut aja yaa...

Akuntansi?
Kalian semua pasti udah ngebayangin pusing duluan kalau denger kata itu 😂 Tapi kenyataannya tidak begitu kok, kenapa saya bisa bilang seperti ini? Iya tentu saja karna Akuntansi ini merupakan jurusan yang saya ambil 😊 Saat lulus dari SMP saya melanjutkan pendidikan saya ke Sekolah Menengah Kejuruan, awalnya sih tidak tertarik dengan SMK entah kenapa saya lebih tertarik dengan SMA, karena keinginan orangtua ya akhirnya saya melanjutkan di SMK saja lagi pula jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Di sekolah saya terdapat 3 jurusan, yaitu Akuntansi, Adm. Perkantoran, dan Multimedia. Dengan polosnya saya mengambil jurusan akuntansi. Saya juga tidak sepolos itu sih tiba-tiba langsung tertarik dengan akuntansi, sebelum memilih akuntansi saya berunding terlebih dulu dengan kedua orangtua 😆

Hari pertama masuk sekolah langsung ketemu sama pelajaran ini, saya sama sekali tidak tahu apa itu akuntansi? Sesulit apakah akuntansi itu? Melihat teman-teman di kelas ternyata mereka semua mayoritas sudah pernah belajar akuntansi sebelumnya pada saat SMP, sedangkan saya tidak punya sama sekali pegangan entah itu buku atau yang lainnya karna pada saat SMP saya sekolah dengan latar belakang sekolah Islam. Oke awalnya saya sempat down sih, tapi seiring berjalan waktu saya menikmati sekali belajar akuntansi. Kelas 1 belajar akuntansi masih mengenai dasar-dasar akuntansinya saja belum terlalu pusing sih, seperti menjurnal transaksi ke dalam jurnal umum, lalu mempostingnya ke buku besar, membuat neraca saldo, lalu neraca lajur, setalah itu membuat laporan keuangan. Siklus akuntansi memang seperti itu baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang, yang berbeda cara menjurnalnya saja.

Semua itu dilakukan dengan cara manual, bayangin aja harus bikin tabel dan itu menghabiskan waktu yang lumayan banyak apalagi kalau tugas yang diberikan banyak. Pada saat kelas 1 kurang sekali waktu yang cukup untuk tidur, karna harus mengerjakan tugas akuntansi belum lagi tugas dari pelajaran lainnya. Saya pernah tidur jam 2 pagi karna mengerjakan tugas dan itupun harus bangun lagi jam 5 karna tugasnya belum selesai 😂 

Di kelas 2 saya dan teman-teman beranggapan bahwa akuntansi itu cukup dikelas 1 saja paling tidak jika ada hanya mengulang pelajaran kelas 1 saja, tapi nyatanya ini tidak bahkan tingkat kesulitannya lebih. Hari itu belajar akuntansi dengan suatu software sebut saja MYOB ( Mind Your Own Businnes), software tersebut diperuntukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dibuat secara terpadu. Awalnya memang ribet sih, karena semua menunya berbasis Inggris agak sulit kalau yang belum terlalu hafal dengan akunnya. Tapi lama kelamaan nanti juga terbiasa, beruntungnya kita tidak perlu melakukan pembukuan dengan cara manual lagi karna bisa langsung di input dengan software ini, tingkat kemanannya juga cukup valid untuk setiap pemakai software ini. Ini tampilan awal dalam MYOB :

Naik kelas 3 guru kejuruan saya bilang kalau, kita tidak akan terlalu fokus lagi dengan software MYOB, secara spontan teman-teman dikelas sangat bergembira termasuk juga saya. Tapi nyatanya, dikelas mulai di kenalkan lagi dengan software akuntansi yang lain sebut saja ACCURATE. Semuanya berfikir pasti ini lebih sulit dari MYOB, tapi ternyata software ini menyedikan fitur yang lebih lengkap. Bagi yang tidak bisa bahasa Inggris seperti saya bisa menggunakan bahasa Indonesia 😀 Inilah tampilan awal dalam ACCURATE :


ACCURATE lebih unggul jika dibandingkan dengan MYOB, karena MYOB merupakan software buatan luar negeri sehingga tidak ada featur perpajakan didalamnya sedangkan ACCURATE sudah ada featur pajak jadi apabila ada transaksi dikenakan pajak maka tinggal isi saja nominalnya.

Semua kebutuhan ini pasti tidak akan sempurna tanpa adanya Peran dari Teknologi Informasi. Teknologi informasi sangat membantu dalam proses akuntansi dimana sekarang banyak sekali keluar software-software yang berhubungan dengan akuntansi. Jadi, kita tidak hanya pintar dalam membuat laporan keuangan dengan hanya cara biasa yang tulis dikertas atau sebagainya. Karena perkembangan zaman jadi kita harus handal di bidang TI. Tidak harus handal secara teknis tapi handal dalam artian paham dan mampu menggunakan TI dalam menunjang peran seorang akuntan. Tentu saja pengetahuan tentang TI bukan segalanya dalam konteks ilmu sistem informasi akuntansi. Diperlukan pemahaman lainnnya seperti database, pelaporan yang baik, pengendalian, business operation, pemrosesan transaksi, pengambilan keputusan manajemen, pengembangan dan penggunaan sistem, komunikasi, dan pemahaman prinsip akuntansi dan audit.